Pemkab Kukar Alokasikan Anggaran Rp 346 Miliar untuk Penanganan Kemiskinan
Kabid Sosial Budaya Gamal Abdul Aziz
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Penanganan pengentasan kemiskinan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten
Kutai Kartanegara. Upaya ini terus dilakukan, bahkan pada Perubahan APBD 2023, dialokasikan
anggaran sebesar Rp346 miliar untuk program tersebut
“Anggaran tersebut tersebar disejumlah
Organisasi Perangkat Daerah Kukar, seperti di Dinas Sosial, Dinas Perkim,
Dispora, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,”papar Plt Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Sosial Budaya Gamal
Abdul Aziz, Selasa (29/9/2023).
Gamal mengatakan bahwa kemiskinan variabelnya cukup banyak, tidak bisa dikatakan
orang yang tidak punya aset itu miskin atau yang punya aset itu kaya.
Angka kemiskinan itu flukuatif, yang artinya
setiap hari bisa naik dan turun. Kecuali masyarakat tersebut tidak tinggal di
Kukar lagi kemungkinan bisa turun.
"Karena yang awalnya tidak miskin, tiba
tiba terkena musibah dan saat itu ada pendataan, maka angka kemiskinan bisa
naik," sebutnya.
Sementara Pemkab Kukar telah melakukan
berbagai upaya, untuk penanganan dan pengendalian kemiskinan. Upaya tersebut
diantaranya berkolaborasi dengan perusahaan, yang diimplemntasikan melalui
aplikasi Rumah Besar Penanganan Kemiskinan (RBPK).
"Jadi di dalam aplikasi tersebut, sudah
terdapat siapa yang disasar dan apa jenis bantuannya yang diberikan. Karena di
dalam aplikasi tersebut terdapat 14 indikator pensasaran, untuk datanya
berdasarkan dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
(P3KE)," ucapnya.
Selain itu, masing masing OPD juga memiliki
program kerja yang berkaita dengan kemiskinan, seperti Dinas Perkim
memiliki program 'Yok Baiki Rumah', Disnaker ada Kukar Siap Kerja, Dispora ada
Klinik WPM, dan masih banyak lainnya. "Kita berupaya untuk menurunkan
angka kemiskinan," ungkapnya.
Kata dia, tujuan dari aplikasi RBPK ialah
untuk mensinergikan dan menyatukan semua bentuk kegiatan program, baik
pemerintah, swasta atau pihak pihak lain dalam penanganan kemiskinan di Kukar.
"Kami berharap, kemiskinan di Kukar ini
bisa berubah tergantung dari masyarakatnya itu sendiri. Jadi masyarakat itu
harus tetap berusaha untuk kehidupannya, dan apabila mampu jangan mengaku
miskin agar hanya ingin mendapatkan bantuan," tutupnya.(riz/adv)